WestNoken adalah platform informasi dan edukasi yang menghadirkan fakta-fakta objektif tentang Papua — dari sejarah, budaya, potensi alam, hingga dinamika sosial dan pembangunan terkini. Kami berkomitmen untuk melawan disinformasi dan menghadirkan narasi yang mencerahkan, seimbang, dan berbasis data. Melalui artikel, infografis, dan video edukatif, WestNoken mengajak pembaca untuk memahami Papua secara utuh: keindahan budayanya, perjuangan masyarakatnya, serta upaya nyata pemerintah dan warga dalam membangun tanah Papua yang damai dan sejahtera.
Tujuh Eks Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI di Sinak
Tujuh Eks Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI di Sinak

Tujuh Eks Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI di Sinak

Tujuh Eks Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI di Sinak

Westnoken, Puncak — Sebanyak tujuh orang mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) melaksanakan upacara ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan berlangsung pukul 10.45 hingga 12.30 WIT di halaman Gudang BNPB, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Upacara ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mendorong rekonsiliasi di wilayah Sinak dan sekitarnya. Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, serta tokoh adat setempat.

Dalam sambutannya, Komandan Satgas Mobile Yonif 142/KJ menegaskan bahwa ikrar setia tujuh eks anggota OPM merupakan bukti nyata kerja sama lintas unsur. “Adanya kegiatan ikrar setia kepada NKRI tujuh orang mantan anggota OPM merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, dan tokoh adat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Stabilitas keamanan di wilayah Sinak itu merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama sehingga ke depannya kita semua bisa saling menjaga stabilitas keamanan, ketertiban di wilayah Sinak dan sekitarnya agar tetap aman dan nyaman, sehingga Sinak dan sekitarnya semakin maju,” katanya.

Dansatgas juga menyinggung peristiwa konflik internal OPM yang terjadi pada Rabu, 18 Juni 2025, yang berujung pada korban jiwa, korban luka, serta pembakaran honai. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. “Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita bahwa kelompok OPM itu kejam dan tidak berperikemanusiaan,” tegasnya.

Ia mengimbau tujuh eks anggota OPM yang telah menyatakan ikrar—Tenius Tabuni, Apri Murib (alias Abrius Murib), Nomani Murib, Ungganius Tabuni (alias Wakola Tabuni/Donus), Kakai Tabuni (alias Patoron), Kemis Murib (alias Sengki Murib), dan Lolamayyu Murib—agar konsisten dengan komitmen yang telah diambil. “Setelah ikrar kembali ke NKRI ini, jangan kembali lagi ke kelompok OPM dan bisa mengajak simpatisan OPM lainnya untuk mengikuti langkah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh ajakan kelompok bersenjata. “Untuk masyarakat juga jangan pernah ikut-ikutan ke kelompok OPM,” tutupnya.

Upacara ikrar setia ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat keamanan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan di Distrik Sinak dan wilayah Kabupaten Puncak secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *