WestNoken adalah platform informasi dan edukasi yang menghadirkan fakta-fakta objektif tentang Papua — dari sejarah, budaya, potensi alam, hingga dinamika sosial dan pembangunan terkini. Kami berkomitmen untuk melawan disinformasi dan menghadirkan narasi yang mencerahkan, seimbang, dan berbasis data. Melalui artikel, infografis, dan video edukatif, WestNoken mengajak pembaca untuk memahami Papua secara utuh: keindahan budayanya, perjuangan masyarakatnya, serta upaya nyata pemerintah dan warga dalam membangun tanah Papua yang damai dan sejahtera.
Kelompok OPM Yahukimo Akui Teror Pembakaran Sekolah dan Kendaraan Sipil, Hanya untuk Validasi Eksistensi
Kelompok OPM Yahukimo Akui Teror Pembakaran Sekolah dan Kendaraan Sipil, Hanya untuk Validasi Eksistensi

Kelompok OPM Yahukimo Akui Teror Pembakaran Sekolah dan Kendaraan Sipil, Hanya untuk Validasi Eksistensi

Kelompok OPM Yahukimo Akui Teror Pembakaran Sekolah dan Kendaraan Sipil, Hanya untuk Validasi Eksistensi

Westnoken, Jayapura — Sebuah video pengakuan yang beredar luas dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo semakin memperjelas pola tindak kriminal yang menargetkan warga sipil tidak berdosa. Pada 30 Desember 2025, anggota kelompok ini, di bawah pimpinan Elkius Kobak dan Kopi Tua Heluka, melakukan pembakaran terhadap sebuah mobil Nissan Grand Livina dan sebagian bangunan sekolah minggu Gereja Kristen Injili (GKI) Metanoia di Jalan Seradala KM 2, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Aksi ini, yang diklaim sebagai bentuk perlawanan, justru menimbulkan teror bagi masyarakat sipil setempat dan mengorbankan sesama warga Papua.

Dalam video tersebut, juru bicara OPM bernama Aka Heluka secara terbuka mengakui bahwa pelaku adalah anggota pasukan khusus mereka, yang bertindak atas perintah komandan operasi Mayor Kopi Tua Heluka. Heluka tidak hanya membenarkan pembakaran kendaraan dan bangunan sekolah, tetapi juga mengeluarkan ancaman akan menembak semua masyarakat pendatang serta aparat TNI-Polri yang dianggap “kepala batu” dan enggan meninggalkan Distrik Dekai. Klaim ini semakin menegaskan bahwa OPM sengaja menggunakan kekerasan untuk menebar ketakutan, meski target utamanya sering kali adalah infrastruktur sipil dan warga biasa.

Namun, fakta di lapangan membongkar kebohongan di balik narasi heroik yang dibangun kelompok tersebut. Berdasarkan koordinasi dengan aparat keamanan TNI-Polri di seluruh Kabupaten Yahukimo, tidak ada laporan anggota keamanan yang menjadi korban tembakan dari OPM hingga hari ini. Klaim Heluka bahwa mereka telah menembak aparat hanyalah propaganda palsu yang dimaksudkan untuk membesar-besarkan pengaruh kelompoknya. Lebih lanjut, insiden penembakan kendaraan pada 29 Desember di Jembatan Merah, Jalan Seradala KM 4, yang diklaim OPM sebagai serangan terhadap aparat militer ternyata menargetkan warga sipil biasa yang sedang dalam perjalanan. Kendaraan tersebut dikendarai oleh penduduk setempat, bukan personel keamanan, sehingga aksi ini jelas merupakan teror langsung terhadap masyarakat sipil.

Pengakuan melalui video ini bukan hanya bukti kejahatan, tetapi juga indikasi strategi OPM untuk validasi eksistensi mereka di tengah masyarakat. Dengan membaur di antara warga Distrik Dekai, kelompok ini diduga sedang menyusun rencana lanjutan untuk melanjutkan gangguan kriminal, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil seperti sekolah dan kendaraan umum. Analis keamanan menilai, tindakan semacam ini bukanlah perjuangan hakiki, melainkan upaya putus asa untuk menunjukkan kekuatan palsu, yang pada akhirnya justru mengorbankan warga Papua sendiri,mereka yang seharusnya dilindungi, bukan dijadikan korban teror.

Pihak berwenang di Yahukimo telah meningkatkan patroli dan koordinasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman lanjutan. Masyarakat sipil, khususnya di Distrik Dekai, diimbau tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Kejadian ini sekali lagi menggarisbawahi urgensi penyelesaian konflik melalui dialog damai, bukan melalui kekerasan yang hanya memperburuk penderitaan rakyat Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *