
IKRAR KEMBALI KE NKRI: Kemenangan Pendekatan Lembut di Intan Jaya
Westnoken, Jayapura – Di tengah tantangan keamanan yang kompleks di wilayah pegunungan Papua, sebuah kabar gemilang datang dari Kodap VIII Intan Jaya. Pada hari ini, lima tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara sukarela mengikrarkan kembali kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa ini bukan hanya simbol kemenangan persuasif, melainkan bukti nyata keberhasilan strategi komunikasi terbuka, persuasi humanis, dan konsolidasi lintas sektoral yang digagas Pemda setempat bersama unsur TNI-Polri.
Proses panjang ini dimulai dengan dialog intensif yang melibatkan tokoh-tokoh OPM, yang selama ini terpengaruh narasi pemisahan. Melalui pendekatan komunikasi yang empati, Pemda Intan Jaya—didukung Satgas TNI-Polri—menyampaikan manfaat pembangunan nasional, program kesejahteraan masyarakat adat, dan hak-hak konstitusional bagi warga Papua. Persuasi dilakukan secara bertahap, dengan pertemuan tatap muka di posko kemanusiaan, penjelasan tentang program-program seperti Otsus Plus dan pemberdayaan ekonomi lokal, serta testimoni sukses warga Intan Jaya yang telah merasakan manfaat NKRI.
Konsolidasi menjadi kunci utama. Pemda, TNI, dan Polri bersinergi dengan tokoh agama, adat, serta masyarakat sipil, membangun kepercayaan melalui aksi nyata seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Hasilnya, pengaruh kelompok bersenjata di wilayah Intan Jaya menurun drastis, membuka ruang perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Ikrar ini menjadi momentum emas bagi Papua Barat, membuktikan bahwa kekerasan bukan satu-satunya jalan—dialog dan persuasi justru lebih ampuh mengubah hati. NKRI semakin kokoh di tanah Papua.
