
Mantan Anggota OPM Yahukimo Berikrar, Kembali ke Pangkuan NKRI
Westnoken – Mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Penias Heluka, resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Rabu (12/11) pukul 09.55 WIT. Prosesi ikrar berlangsung di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, dan disaksikan langsung oleh aparat keamanan serta personel Satgas TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Dalam momen penuh haru itu, Penias Heluka didampingi oleh keluarganya saat menyampaikan ikrar dan menandatangani pernyataan kesetiaan kepada NKRI. Ia menyatakan tekad untuk meninggalkan aktivitas kelompok bersenjata dan kembali hidup damai bersama masyarakat.
Langkah kembalinya Penias Heluka menjadi bagian dari hasil pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan oleh aparat TNI di wilayah Yahukimo. Pendekatan tersebut merupakan strategi non-militer dalam menekan aktivitas kelompok separatis bersenjata di Papua, dengan mengedepankan dialog, pembinaan, dan upaya rekonsiliasi sosial.
Komandan Satgas TNI di wilayah Yahukimo menyampaikan apresiasi atas keputusan Penias untuk kembali. Ia menegaskan bahwa pintu NKRI selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan perjuangan bersenjata dan memilih jalan damai. Kembalinya mantan anggota OPM ke pangkuan NKRI diharapkan menjadi contoh bagi anggota kelompok bersenjata lainnya agar menghentikan perlawanan dan turut berkontribusi dalam pembangunan serta perdamaian di Tanah Papua.
Langkah Penias ini memberi pesan mendalam bagi mereka yang masih berada di hutan dan bertahan dalam kelompok bersenjata. Ketenangan, keamanan, dan kebersamaan dengan keluarga adalah hal-hal yang sering dirindukan banyak orang, namun sulit dirasakan selama terlibat dalam konflik. Kembalinya Penias menunjukkan bahwa perdamaian bukan sekadar harapan, tetapi bisa menjadi kenyataan ketika keberanian untuk berubah muncul dari dalam diri.
Pihak TNI berharap keputusan Penias menjadi contoh nyata bahwa perjuangan tanpa kekerasan justru membawa hasil yang lebih bermakna. Melalui berbagai program pembinaan dan dukungan sosial, aparat terus berkomitmen membantu masyarakat Papua untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Momen ini juga menjadi salah satu bukti yang mengindikasikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM selama ini bukanlah atas keinginan seluruh masyarakat Papua, melainkan ada unsur politik beberapa kelompok yang berambisi serta memiliki kepentingan lain atas tanah Papua. Kembalinya Penias Heluka menegaskan bahwa perdamaian sejati di Papua bukanlah hasil peperangan, melainkan hasil keyakinan, empati, dan kasih terhadap sesama anak bangsa. Satu demi satu, langkah kecil seperti ini menjadi titik terang di tengah bayang-bayang konflik, membuka jalan bagi masa depan Papua yang damai, sejahtera, dan bersatu di bawah merah putih.
