WestNoken adalah platform informasi dan edukasi yang menghadirkan fakta-fakta objektif tentang Papua — dari sejarah, budaya, potensi alam, hingga dinamika sosial dan pembangunan terkini. Kami berkomitmen untuk melawan disinformasi dan menghadirkan narasi yang mencerahkan, seimbang, dan berbasis data. Melalui artikel, infografis, dan video edukatif, WestNoken mengajak pembaca untuk memahami Papua secara utuh: keindahan budayanya, perjuangan masyarakatnya, serta upaya nyata pemerintah dan warga dalam membangun tanah Papua yang damai dan sejahtera.
DPR dan Peneliti Dukung PSN Wanam sebagai Swasembada Pangan, Ingatkan Publik Tak Terjebak Narasi Kontraproduktif Film Pesta Babi
DPR dan Peneliti Dukung PSN Wanam sebagai Swasembada Pangan, Ingatkan Publik Tak Terjebak Narasi Kontraproduktif Film Pesta Babi

DPR dan Peneliti Dukung PSN Wanam sebagai Swasembada Pangan, Ingatkan Publik Tak Terjebak Narasi Kontraproduktif Film Pesta Babi

DPR dan Peneliti Dukung PSN Wanam sebagai Swasembada Pangan, Ingatkan Publik Tak Terjebak Narasi Kontraproduktif Film Pesta Babi

JAYAPURA — Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan lumbung pangan atau food estate berupa cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Sejumlah legislator dan peneliti menilai proyek tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan tidak boleh terhambat oleh narasi yang dinilai kontraproduktif terhadap agenda pembangunan pemerintah.

Sorotan terhadap proyek tersebut menguat setelah munculnya film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang mengangkat isu perjuangan masyarakat adat menghadapi ekspansi proyek skala besar di Papua Selatan. Namun, sejumlah pihak menegaskan bahwa lokasi hutan dan lahan yang ditampilkan dalam film tersebut bukan bagian dari kawasan PSN cetak sawah di Wanam.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto, mengatakan program cetak sawah satu juta hektare di Wanam merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.

“Cetak sawah baru ini sangat penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan, serta menghindari ketergantungan atau impor dari negara lain,” ujar Panggah dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, kebutuhan pangan nasional akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan kawasan pangan baru di luar Pulau Jawa guna memastikan ketersediaan pangan nasional dalam jangka panjang.

Panggah menambahkan, selain membangun kawasan sawah baru di Papua Selatan, pemerintah juga tetap menjalankan strategi jangka pendek dan menengah melalui optimalisasi lahan pertanian yang telah ada di berbagai daerah.

“Pemerintah secara simultan juga mengoptimalkan lahan produktif yang sudah ada agar percepatan menuju kedaulatan pangan bisa berjalan beriringan,” katanya.

Sejumlah peneliti dan pengamat juga menilai publik perlu melihat pembangunan di Papua secara lebih utuh dan tidak hanya berdasarkan satu sudut pandang. Mereka mengingatkan bahwa program ketahanan pangan nasional memiliki dampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan masa depan bangsa.

Selain memperkuat cadangan pangan nasional, proyek PSN di Wanam disebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua melalui penyediaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan konektivitas wilayah.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan kawasan pangan terpadu tersebut mampu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia yang selama ini dinilai masih tertinggal dibanding kawasan lain.

Di lapangan, sejumlah fasilitas utama pendukung proyek dilaporkan terus dibangun, mulai dari jaringan irigasi, jalan logistik, kawasan pertanian modern, hingga infrastruktur pendukung distribusi pangan nasional.

Meski demikian, pemerintah tetap diminta memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, menghormati hak masyarakat adat, dan memperhatikan aspek lingkungan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat lokal.

Pengamat menilai polemik yang muncul melalui film dokumenter seharusnya tidak menghentikan agenda strategis nasional yang telah dirancang untuk kepentingan jangka panjang bangsa. Pemerintah justru didorong memperkuat komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai tujuan dan manfaat proyek ketahanan pangan nasional.

Pemerintah sendiri memastikan proyek PSN di Wanam tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Evaluasi berkala terhadap dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi juga disebut terus dilakukan untuk memastikan pembangunan berlangsung berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua serta ketahanan pangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *