
DPR Nilai Food Estate Merauke Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional
JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan atau food estate di Wanam, Kabupaten Merauke memiliki peran penting bagi ketahanan pangan nasional jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Panggah di tengah munculnya kritik terhadap program ketahanan pangan pemerintah melalui film dokumenter Pesta Babi yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk antisipasi kebutuhan pangan yang meningkat, dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain,” ujar Panggah, Jumat (21/5/2026).
Menurutnya, proyek cetak sawah baru seluas satu juta hektare di kawasan Wanam menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di masa depan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
Selain pengembangan lahan baru, ia menilai pemerintah juga perlu tetap mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada guna memperkuat ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah.
“Selain itu untuk capaian ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah secara simultan juga dengan mengoptimalkan lahan yang ada,” jelasnya.
Film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale sendiri mengangkat narasi perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat dari proyek-proyek berskala besar yang dikaitkan dengan pembangunan dan investasi.
Belakangan, film tersebut memicu polemik setelah muncul sejumlah kritik dan keberatan dari beberapa pihak di Papua Selatan, termasuk tokoh adat dan tokoh gereja yang menilai sebagian narasi dalam film tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan secara utuh.
