WestNoken adalah platform informasi dan edukasi yang menghadirkan fakta-fakta objektif tentang Papua — dari sejarah, budaya, potensi alam, hingga dinamika sosial dan pembangunan terkini. Kami berkomitmen untuk melawan disinformasi dan menghadirkan narasi yang mencerahkan, seimbang, dan berbasis data. Melalui artikel, infografis, dan video edukatif, WestNoken mengajak pembaca untuk memahami Papua secara utuh: keindahan budayanya, perjuangan masyarakatnya, serta upaya nyata pemerintah dan warga dalam membangun tanah Papua yang damai dan sejahtera.
Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung Pembangunan Papua dan Tolak Narasi Provokatif soal Film Pesta Babi
Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung Pembangunan Papua dan Tolak Narasi Provokatif soal Film Pesta Babi

Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung Pembangunan Papua dan Tolak Narasi Provokatif soal Film Pesta Babi

Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung Pembangunan Papua dan Tolak Narasi Provokatif soal Film Pesta Babi

PAPUA — Tokoh masyarakat Indonesia Timur mengajak publik mendukung pembangunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua serta tidak terjebak pada narasi sepihak yang dinilai dapat memperkuat stigma negatif terhadap Papua, termasuk melalui film dokumenter Pesta Babi yang belakangan menjadi polemik di ruang publik.

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, mengatakan Papua saat ini tengah bergerak menuju perubahan melalui pembangunan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan pemerataan pembangunan wilayah. Menurut dia, penggambaran Papua hanya dari sisi konflik dan persoalan sosial tidak mencerminkan kondisi masyarakat Papua secara menyeluruh.

“Kalau narasi yang dibangun hanya menonjolkan berbagai persoalan dan tantangan sosial, tentu publik luar akan melihat Papua secara tidak utuh. Padahal masyarakat Papua hari ini sedang berupaya menjaga kedamaian, membangun ekonomi kampung, meningkatkan pendidikan anak-anak, dan memperkuat kehidupan adat,” ujar Emanuel Mikael Kota.

Ia menilai film dokumenter tidak dapat dijadikan satu-satunya rujukan untuk memahami dinamika Papua yang memiliki kompleksitas sosial, budaya, dan pembangunan. Emanuel mengatakan masyarakat juga perlu melihat berbagai kemajuan pembangunan yang saat ini berlangsung di sejumlah wilayah Papua.

“Film dokumenter harus dilihat secara kritis dan proporsional. Jangan sampai publik diarahkan pada opini tertentu tanpa menghadirkan konteks yang lengkap. Papua bukan hanya cerita konflik. Ada banyak kemajuan, ruang dialog, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kehidupan masyarakat adat yang damai yang juga harus diangkat,” katanya.

Polemik mengenai film Pesta Babi muncul setelah film tersebut mengangkat isu Proyek Strategis Nasional dan pembangunan di Papua, khususnya terkait pengembangan kawasan pangan dan pembangunan wilayah. Film itu memicu pro dan kontra karena dianggap sebagian pihak sebagai bentuk kritik sosial, sementara pihak lain menilai narasi yang dibangun terlalu menonjolkan sisi konflik.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah terus memperkuat pembangunan melalui sejumlah PSN yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pembukaan kawasan pertanian seluas sekitar 800 hektare di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menilai kawasan Tulem memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengatakan wilayah Tulem berada di pusat aktivitas masyarakat Wamena sehingga dinilai tepat untuk pengembangan pertanian berkelanjutan.

“Wilayah Tulem sangat potensial karena berada di pusat aktivitas Wamena dan dapat menjadi kawasan pengembangan pangan yang mendukung kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan,” ujar Ones Pahabol.

Selain pengembangan sektor pertanian, pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan pemerintah di Papua, salah satunya melalui pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi logistik di kawasan pedalaman Papua.

Pelaksana Tugas Direktur HMTP, Kun Hartawan, mengatakan proyek pembangunan jalan tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pengerjaan.

“Keterlibatan masyarakat Papua dalam pembangunan jalan ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Kun Hartawan.

Emanuel menilai masyarakat Indonesia Timur saat ini lebih membutuhkan stabilitas sosial dan percepatan pembangunan dibanding polemik yang berpotensi memecah persatuan. Ia berharap seluruh pihak lebih bijak dalam mengangkat isu Papua agar tidak memperkuat stigma negatif di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami orang Timur menjaga kedamaian di tanah kami sendiri. Karena itu kami berharap jangan ada pihak yang membuat kisruh baru lewat komentar yang tidak konstruktif. Papua membutuhkan solusi dan persatuan, bukan perang opini,” tegas Emanuel.

Menurut dia, pembangunan di Papua harus dipandang sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Jangan jadikan Papua sebagai panggung narasi konflik yang terus diulang-ulang. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Ke depan, pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen di Papua berkomitmen terus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan dialog serta pelibatan masyarakat adat dalam setiap program strategis nasional di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *