
Propaganda ULMWP dan FWPC dan Kemajuan Pembangunan Papua Saat ini
Westnoken, Jayapura – Propaganda yang disebarkan oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Free West Papua Campaign (FWPC) yang menyerukan boikot terhadap produk Indonesia atas tuduhan eksploitasi sumber daya Papua dan pelanggaran HAM merupakan upaya yang tidak berdasar dan cenderung menyesatkan. Seruan ini yang dilontarkan oleh Benny Wenda bersama aktivis HAM Peter Tatchell pada 20 Maret 2025 di London, Inggris, bertujuan menciptakan citra negatif terhadap Indonesia di mata dunia, sekaligus menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Faktanya, tuduhan yang mereka lontarkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun Papua melalui kebijakan yang berorientasi pada pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Program Dana Otonomi Khusus (Otsus), pembangunan jalan Trans Papua, serta penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Papua. Tuduhan bahwa Indonesia hanya mengeksploitasi sumber daya Papua tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat Papua adalah narasi yang tidak berdasar dan bertujuan memperkeruh situasi politik di Papua. Faktanya, hasil dari pengelolaan sumber daya alam Papua justru telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan di Papua sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua.
Masyarakat internasional perlu memahami bahwa kelompok separatis seperti ULMWP dan FWPC kerap menggunakan isu HAM sebagai kedok untuk menarik simpati global. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kelompok kriminal bersenjata (TPNPB-OPM) yang berafiliasi dengan gerakan tersebut kerap melakukan aksi kekerasan, pembunuhan, dan perusakan fasilitas umum yang justru merugikan masyarakat Papua sendiri. Seruan boikot yang mereka gaungkan hanyalah upaya untuk mengaburkan kekejaman kelompok bersenjata tersebut yang telah menelan banyak korban jiwa, baik dari warga sipil maupun aparat keamanan di Papua.
Oleh karena itu, masyarakat internasional harus cermat dan kritis dalam menyikapi propaganda yang dilancarkan ULMWP dan FWPC. Indonesia akan terus berkomitmen untuk membangun Papua melalui pendekatan dialog, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal demi mewujudkan Papua yang sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).