
OPM Menyerang Warga Sipil Papua dengan Sadis dan Biadab
Westnoken, Manokwari – Kekejaman yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap warga sipil di Papua merupakan tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum internasional. Insiden terbaru yang terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, menjadi bukti nyata bahwa kelompok ini menargetkan warga sipil yang tak bersalah. Serangan yang menewaskan seorang guru dan melukai enam lainnya, disertai dengan pembakaran sejumlah sekolah, mencerminkan kekejaman yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Guru yang seharusnya menjadi pelita pendidikan justru menjadi korban kebiadaban OPM, yang mengorbankan hak hidup dan kesejahteraan masyarakat Papua demi kepentingan politik yang sempit.
Penyerangan ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, OPM berulang kali melakukan tindakan kekerasan yang menargetkan warga sipil, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik. Misalnya, pada 2021, OPM menyerang tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok yang menyebabkan seorang tenaga medis perempuan meninggal dunia dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Selain itu, mereka juga kerap membakar fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas, yang merupakan sarana vital bagi masyarakat Papua dalam memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang layak. Tindakan ini jelas menunjukkan bahwa OPM tidak hanya menentang pemerintah Indonesia, tetapi juga menindas masyarakat Papua yang seharusnya mereka lindungi.
Ironisnya, OPM justru membungkus aksi kekerasan mereka dengan dalih perjuangan kemerdekaan. Mereka menyebarkan propaganda politik yang menyesatkan dengan mengklaim bahwa kekerasan tersebut adalah bagian dari upaya membebaskan Papua. Padahal, kekerasan yang mereka lakukan justru menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat Papua dan menghambat pembangunan daerah tersebut. Warga yang seharusnya mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan justru menjadi korban ketidakstabilan yang mereka ciptakan. Tindakan OPM ini semakin membuktikan bahwa mereka bukan pejuang sejati bagi rakyat Papua, melainkan kelompok yang memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Indonesia telah berupaya keras untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman OPM. Aparat keamanan, khususnya TNI-Polri, dengan sigap mengevakuasi korban kekerasan di Yahukimo guna memastikan keselamatan mereka. Langkah ini mencerminkan komitmen negara dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Selain itu, pemerintah terus melaksanakan pembangunan di Papua melalui peningkatan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Langkah ini harus didukung oleh semua pihak agar Papua dapat berkembang secara damai dan sejahtera.
Masyarakat Papua diharapkan untuk tetap waspada terhadap propaganda yang disebarkan oleh OPM. Perjuangan sejati untuk Papua bukan melalui kekerasan dan teror, melainkan melalui pendidikan, pembangunan berkelanjutan, dan persatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). OPM yang terus melakukan kekejaman hanya memperlihatkan bahwa mereka bukan pejuang rakyat, melainkan kelompok yang merusak masa depan Papua. Dengan bersatu dalam semangat persaudaraan dan cinta tanah air, rakyat Papua dapat bangkit dari ketakutan dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.